Rindu Rinjani
Aku rindu merahmu di kala fajar menyingsing..
Aku rindu melihatmu utuh, dari kaki sampai puncakmu
Aku rindu panasnya hamparan sabana Sembalun di siang hari..
Aku rindu bukit penyesalanmu..
Aku rindu menanjak lalu turun lagi..
Lalu menanjak, lalu turun lagi..
Sampai akhirnya tiba di Pelawangan Sembalun dan melihat danaumu yang hijau..
Aku rindu melihat jalur menuju puncakmu yang tampak sempit sekali itu..
Aku rindu terpaan angin dingin ketika menuju titik tertinggimu..
Aku rindu mengumpulkan segenap niat..
Merapikan kembali keberanian untuk berdiri di sana ketika jarak kita hanya 10 meter..
Aku rindu berdiri di atas keputusasaan dan ketakutan, di atas puncakmu itu..
Aku rindu melihat monyet-monyet berbulu tebal itu menyambutku usai puncak..
Aku rindu melihat hamparan Segara Anak sambil memandangi Gunung Baru Jari..
Aku rindu melihat para pemancing itu mengumpulkan ikan-ikan gemukmu dari danau..
Aku ingin merasakan Air Kalakmu..
Aku mau melihat Goa Susu..
Aku rindu keteduhan Senaru..
Aku rindu segalanya tentangmu Rinjani..
Tentang persahabatan..
Tentang perjuangan meraih mimpi..
Tentang keberanian..
Tentang mengalahkan keputusasaan..
Sambut aku lagi dalam keajaibanmu..
Rinjani..

