Rindu Rinjani

thE aDvEnt-UrE — Tags: — yc @ 12:25 pm

Aku rindu merahmu di kala fajar menyingsing..

Aku rindu melihatmu utuh, dari kaki sampai puncakmu

Aku rindu panasnya hamparan sabana Sembalun di siang hari..

Aku rindu bukit penyesalanmu..

Aku rindu menanjak lalu turun lagi..

Lalu menanjak, lalu turun lagi..

Sampai akhirnya tiba di Pelawangan Sembalun dan melihat danaumu yang hijau..

Aku rindu melihat jalur menuju puncakmu yang tampak sempit sekali itu..

Aku rindu terpaan angin dingin ketika menuju titik tertinggimu..

Aku rindu mengumpulkan segenap niat..

Merapikan kembali keberanian untuk berdiri di sana ketika jarak kita hanya 10 meter..

Aku rindu berdiri di atas keputusasaan dan ketakutan, di atas puncakmu itu..

Aku rindu melihat monyet-monyet berbulu tebal itu menyambutku usai puncak..

Aku rindu melihat hamparan Segara Anak sambil memandangi Gunung Baru Jari..

Aku rindu melihat para pemancing itu mengumpulkan ikan-ikan gemukmu dari danau..

Aku ingin merasakan Air Kalakmu..

Aku mau melihat Goa Susu..

Aku rindu keteduhan Senaru..

Aku rindu segalanya tentangmu Rinjani..

Tentang persahabatan..

Tentang perjuangan meraih mimpi..

Tentang keberanian..

Tentang mengalahkan keputusasaan..

Sambut aku lagi dalam keajaibanmu..

Rinjani..

Memahami

thE aDvEnt-UrE — Tags: — yc @ 7:17 pm

Saya paham kenapa kalian tidak pernah mengerti kenapa kami suka naik gunung, kenapa kami suka bersusah payah memanggul carier yang berat, kenapa kami selalu rindu merasakan kedinginan di atas sana, kenapa kami menantikan saat berdiri di puncak gunung dan makin menyadari kebesaranNya. Seperti juga kami tidak bisa paham kenapa kalian tidak pernah lelah jalan-jalan di mall, kenapa kalian suka habiskan uang kalian di tempat makan yang populer, kenapa kalian habiskan waktu kalian untuk berbelanja barang mewah dan bermerk.

Saya pun paham kenapa orang tua saya tidak pernah mengijinkan saya naik gunung, tidak pernah mengijinkan saya pergi jauh dengan sepeda motor. Satu kata, sayang. Karena mereka menyayangi saya dan tidak ingin sesuatu yang buruk menimpa saya.

Tapi saya juga ingin dipahami bahwa naik gunung tidak seburuk yang kalian pikirkan. Bahwa jauh lebih banyak hal berharga dari pada sekedar lelah yang akan kami dapat ketika naik gunung. Bahwa kami tidak sembarang, bahwa kami persiapkan semuanya sesempurna mungkin. Bahwa bukan kami tidak menghargai hidup, namun sebaliknya, ini salah satu cara kami menghargai hidup. Bahwa kematian tidak ditentukan oleh kegemaran naik gunung. Kalaupun hidup saya harus berakhir di sana, saya akan mati dengan tersenyum, dan saya berharap kematian itu bukan karena kecerobohan saya, tapi karena Tuhan ingin membawa saya ke puncak yang lebih tinggi.

Saya sangat paham dan saya tidak ingin berhenti karena ketidakpahaman kalian. Biar waktu yang akan menuntun kalian untuk memahami kami. Atau bahkan, biar alam sendiri yang menuntun kalian pada pemahaman itu. Jadi jangan cibir kami lagi ketika kami berjalan agak membungkuk karena beban carier kami.

Memandangi Danau Segara Anak, Gunung Rinjani.

Memandangi Danau Segara Anak, Gunung Rinjani.

Petualangan

thE aDvEnt-UrE — yc @ 7:12 pm

Petualangan itu adalah tentang panggilan hati, tentang jiwa. Bukan tentang nafsu untuk menaklukan. Bukan tentang kesombongan. Bukan tentang seseorang. Jangan pernah katakan dirimu seorang petualang, jika semua itu yang menjadi motivasimu. Petualangan tidak akan pernah mati, petualangan tidak akan pernah usai, jika ia yang memenuhi hati, pikiran dan jiwamu. Kau akan merasakan hampa dan kehilangan separuh bahkan seluruh jiwamu jika tubuhmu tidak mendapat asupan udara dari alam bebas. Jangan pernah biarkan ia mati. Tidak dengan kesibukanmu, tidak dengan aktifitasmu, tidak dengan larangan-larangan mereka, tidak dengan ”kata orang”, tidak dengan seseorang yang kau cintai, tidak dengan seseorang yang ’katanya’ mencintaimu. Selamat berpetualang.

Keindahan dari Pasar Bubrah, Gunung Merapi.

Keindahan dari Pasar Bubrah, Gunung Merapi.

Membuka Mata Dalam Dinginnya Puncak Mahameru

thE aDvEnt-UrE — yc @ 1:26 am

Catatan Perjalanan Pendakian Gunung Semeru
17-20 Mei 2007

Expedition Team
1.Topan
2.Sinung
3.Gigih
4.Ipeh
5.Wawan
6.Yessi

Rabu,16 Mei 2007
22:00 malem itu qta ngumpul bareng di rumah mas sinung..
sambil siap2,sambil nunggu kereta MATARMAJA yang berangkat jam 01.30 nanti..
tuh rumah berantakan banget..
qta emang lagi packing ulang,soalnya bahan makanan yang dibeli mas sinung & mas topan
baru aja dibagiin..
carier qta udah berat,ditambah persediaan makan bwt 4hari jadi tambah berat lagi..
tapi itu ngga menyurutkan niat kami bwt mendaki puncak mahameru..
ngga sabar deh pengen cepet2 berangkat..

(more…)

(c) 2009 Yessi’s Blog
GoGreenGold Theme designed by Matthew Reese